Berita

Lazismu Kota Magelang Bantu Wujudkan Rumah Layak Huni Guru Ngaji

Lazismu Kota Magelang Bantu Wujudkan Rumah Layak Huni Guru Ngaji

admin Penyaluran 0 comments

Magelang Memiliki tempat tinggal sendiri dan layak menjadi mimpi setiap orang. Pun sama seperti salah satu guru ngaji yang selama ini menempati rumah kontrakan bersama keluarganya. Selain sebagai tempat tinggal, rumah yang selama ini bertahun-tahun dikontraknya menjadi tempat belajar ilmu ngaji bagi anak-anak dilingkungan sekitarnya. Orang disekitarnya akrab memanggil dengan sapaan pak Sarjono. 


Lelaki yang kemana-mana menggunakan sepeda ontel ini adalah salah satu orang yang mewakafkan jiwanya sebagai guru ngaji dikampung Paten Rejowinangun Selatan Magelang Selatan Kota Magelang.


"Dirinya adalah teman kami sesama alumni disalah satu sekolah swasta di Kota Magelang beberapa puluh tahun lalu. Saat itu kami sedang reuni. Tiba-tiba dirinya meminta izin untuk membawa pulang banner bekas acara. Katanya mau untuk menutupi atap rumahnya yang bocor", ujar Bambang salah satu teman alumni seangkatan waktu SMA.


Bambang kembali menceritakan saat  menemui Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang, penasaran dengan cerita Pak Sarjono, dirinya dan salah satu teman sesama alumni mencoba silaturahmi. Alhasil, cerita Bambang tentang rumah Pak Sarjono memang tidak layak. Atapnya banyak yang bocor, bahkan beberapa dinding kayunya ditambal dengan banner-banner bekas. 


"Saya kira itu rumah miliknya. Ternyata masih ngontrak", ceritanya kepada amil Lazismu.


Hal itu membuat hati Bambang menangis. Sang guru ngaji ini bercerita dan menyampaikan keinginan yang sudah menjadi mimpinya bertahun-tahun.


"Saya pengen punya rumah sendiri. Tapi apalah daya, saya hanya tukang jahit dan guru ngaji", ucapnya dengan wajah berkaca-kaca kepada Bambang.


Jelas Abdul Qodir selaku amil Lazismu, saat itu dirinya diundang oleh Kyai Abu Ubaidah. Sosok tokoh Muhammadiyah Kota Magelang yang setiap warga persyarikatan pasti mengenalnya. Beliau menceritakan kiprah pak Sarjono yang dulu pernah menjadi guru wiyata disalah satu sekolah swasta di Kota Magelang.


Pak Sarjono seakan tak percaya, pasalnya mimpinya memiliki tempat tinggal sendiri yang selama ini menjadi doa telah terwujud. Salah satu teman seangkatan SMA dulu telah memberikan hadiah tanah agar dibangun rumah untuknya. 


"Kami bantingan dan gotong royong untuk sahabat saya. Selain itu, Lazismu juga membantu", ujar Bambang


Kebahagiaan keluarga pak Sarjono seakan tak terbendung. Dirinya merasa mimpi. Padahal ini adalah kenyataan.


"Terimakasih Lazismu yang telah turut membantu mewujudkan rumah sebagai tempat tinggal keluarga saya. Semoga kebaikan yang Lazismu berikan menjadi berkah dan Insya Allah sangat bermanfaat", ucap Sarjono.


Abdul Qodir mengatakan bahwa pembangunan rumah guru ngaji ini ditopang oleh Lazismu dan para donatur teman sejawatnya.


"Terimakasih para muzakki yang sudah selalu mensupport dan mengamanahkan zakat, infaq, dan shodaqoh melalui Lazismu. Semoga menjadi jariyah yang mengalir tanpa henti", pungkasnya kepada wartawan suryawarta.com beberapa waktu lalu.

Kontributor : Fury Fariansyah

0 Comments

Tinggalkan pesan